Senin, 27 Juli 2009

Prinsip Kepemimpinan "Dalihan Na Tolu"

Dalihan Na Tolu tidak saja baik dalam sistem kekerabatan Batak tetapi juga sangat baik diterapkan dalam sistem leadership moderen. Seorang pimpinan yang dapat menerapkan Dalihan Na Tolu dalam kerangka sistem kepemimpinannya akan menjadi pemimpin yang sangat berhasil dan juga sustainable.

Dalam konsep kepemimpinan moderen kita mengenal suatu konsep yang disebut dengan 360 Degree Leadership. Dimana seorang pemimpin yang handal, harus dapat mengelola hubungan yang harmonis dengan atasan (pemilik saham/komisaris), teman sejawat (peers), dan bawahan. Hanya saja, hubungan seperti apa yang seharusnya dikembangkan?

Dalam hal inilah, hubungan Dalihan Na Tolu, menjadi sangat efektif dalam memformulasikan 360 Degree Leadership, juga bagaimana kita menempatkan siapa yang menjadi hulahula, boru dan dongan sabutuha. Barangkali dengan padanan Komisaris/pemegang saham adalah hulahula, teman sejawat/peers adalah dongan sabutuha, dan bawahan adalah boru. Dan seorang pemimpin tidak harus seorang pemimpin formal karena struktur. Dengan demikian akan terjadi hubungan yang harmonis diantara pihak-pihak yang terlibat dalam 360 Degree leadership (baca: The 360 Degree Leader : Developing Your Influence from Anywhere in the Organization, John C. Maxwell).

Sistem nilai yang ada di Dalihan Na Tolu juga bisa kita terapkan dalam mengembangkan hubungan yang harmonis dengan Customer, Supplier dan Mitra Kerja (Alliances), dimana Customer adalah hulahula, Supplier adalah boru dan Alliances adalah dongan sabutuha dalam kekerabatan Dalihan Na Tolu, dengan melakukan segala konsekuensi dari semua hubungan kekerabatan dalam Dalihan Na Tolu.

Jadi, sebenarnya, budaya kita (juga dari suku lainnya, seperti Jawa, Sunda, dll), mengajarkan sistem nilai yang sangat baik dan relevan dengan konsep manajemen dan leadership modern. Lalu….., kenapa kalau sistem nilai ini dibalut dengan warna-warna barat mejadi kelihatannya sangat canggih?

Kesimpulannya, hargailah budaya sendiri, dan galilah hal-hal yang baik dari sana. Nenek Moyang kita sudah berhasil melalui tantangan-tantangan dalam masanya, tentu generasi sekarang juga akan mampu menghadapi tantangan pada zamannya dengan sistem nilai yang sama.

Gorga Batak I

Tentang cat gorga, beberapa orang bertanya kbenaran darah manusia yang dibuat jadi cat gorga,apa benar itu ada??jawabanya YA. akan tetapi bukan semua gorga yang dulu punya cat darah manusia, hanya saja orang2 tertentu saja yang punya kuasa sperti Raja2/Parbinoto dan yang lainya. Pada mulanya cat gorga batak dibuat/diciptakan oleh nenek moyang kita{op naparjolo i} dari beberapa batuan, seperti cat -warna MERAH,,dari batu HULA jenis batu alam yg berwarna merah ditumbuk halus dn dicampur air. bgitu juga dengan pembuatan warna PUTIH yg terbuat dari tanah putih yang halus dan lunak,{bhs batak TANO BURO}. Akan tetapi lain halnya pembuatan warna HITAM yang dibuat dari beberapa tumbuhan yang ditumbuk halus yang dicampur dengan kotoran hitam abu periuk/kuali dan digongseng/diaduk merata sampai menghasilkan warna HITAM yang tak ada ubahnya seperti cat masa kini/buatan pabrik. akan tetapi ada juga membuatnya dari beberapa getah pepohonan.

Gorga Batak

Namalo ma antong ompungta na parjolo i manciptahon 1 hasil karya ukiran/ornamen namansai uli jala didok mai goarna GORGA BATAK,sesui dohot oretan manang garis2 ni GORGA i dibaen doi margaris tolu sian bona sahat tu ujung tetap bertalian.dua mai garis pinggir,sada garis tengah jala namarpardomuan mai tu ADAT tai ima DALIHAN NA3.-somba marhula2-elek marboru-manat mardongan tubu,natetap doi berdampingan nasoboi tarsirang nanggo sada.sesuai dohot goarnai laos GORGA BATAK ido sabutulna gambaran nihalak HITA diangka naung mangantusi.